PEMANFAATAN TEKNOLOGI GREEN HOUSE SEBAGAI METODE PENJEMURAN UNTUK PENINGKATAN MUTU PENJUALAN GREEN BEAN KOPI ARABICA DAN ROBUSTA SEHINGGA DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN

Posted by JMII e-Journal on 06.18
JURNAL MASYARAKAT INFORMATIKA INDONESIA
Vol 3, No 1, Tahun 2018

PEMANFAATAN TEKNOLOGI GREEN HOUSE SEBAGAI METODE PENJEMURAN UNTUK PENINGKATAN MUTU PENJUALAN GREEN BEAN KOPI ARABICA DAN ROBUSTA SEHINGGA  DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN

Retno Paryati
Program Studi Akuntansi D3, Politeknik TEDC, Bandung
Email: retno.paryati@gmail.com

Ari Purno Wahyu
Program Studi Teknik Informatik, Universitas Widyatama, Bandung
Email: ari.purno@widyatama.ac.id



Abstrak
Kopi merupakan tanaman pertanian yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi , tanaman ini berasal dari Ethiopia masuk kemudian menyebar ker Arab dan Turki, di Indonesia tanaman kopi dibawa oleh belanda jaman pemerintahan VOC , jenis yang ditanaman di indonesia adalah jenis Robusta dan Arabica, Arabica memiliki bentuk yang lebih panjang dan ditanam didataran tinggi antara 800-1400 Dpl, sedangkan Robusta ditanam pada ketinggian sekitar 800 dpl, Indonesia saat ini menjadi penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil, dan vietnam, sedangkan derah penghasil kopi terkenal di Indonesia yaitu Sumatra derah Gayo, Lintong, Mandailing, dan Lampung, sedangkan derah jawa yaitu derah Jawa Barat yang terkenal dengan Java Preanger, Garut ,Pangalengan, dan derah jawa tengah.  proses kopi memiliki beberapa tahapan yaitu dari chery ( biji), kemudian biji dipetik dan diproses menjadi gabah, kemudian dijemur,  proses penjemuran petani di Indonesia biasa dijemur langsung dengan sinar matahari atau menggunakan green house, sistem greenhouse cenderung lebih aman dan biji kopi terlindung dari dabu dan air hujan, petani diindonesia khususnya di derah Jawa-Barat yaitu petani  kopi derah kaki gunung manglayang yang dikenal dengan bukit palasari, para petani  kopi biasa menjemur kopi secara langsung terkena sinar matahari jika  kondisi cuaca panas maka penjemuran bisa optimal  tetapi jika kondisi tiba-tiba hujan dan berkabut maka penjemuran tidak optimal dan kadar air pada biji kopi menjadi tinggi antara 13-14 % kadar air yang normal yaitu antara 11-12%, penjemuran yang salah bisa menyebabkan biji kopi rusak dan berjamur,untuk mengatasi hal tersebut maka kopi bisa dijemur dengan menggunakan Greenhouse yang bisa dimonitoring kadar air dan kelembaban nya dengan batuan microprosessor dan terkomputerisasi yaitu menggenakan teknik IOT ( Internet of think) sensor humadity dimana suhu Greenhouse bisa dimonitor selama 24 jam hingga kadar air antara 11-12% kadar air yang rendah akan meningkatkan harga jual dan memiliki rasa kopi yang lebih ber aroma dan tidak bau tanah (earty) atau berjamur (moldy)

Kata Kunci : Smart GreenHouse,kopi,IOT